Beberapa tahun yang lalu Perancis membatalkan membatalkan penjualan kapal induk helikopter kelas Mistral ke Rusia usai negara tersebut menginvasi Ukraina.
Rusia kecewa berat dan menuntut uang yang sudah disetor harus dikembalikan.
Perancis putar kepala berusaha menghubungi Mesir untuk membeli kedua kapal tersebut tapi sistem persenjataannya dikurangi.
Mesir setuju dan akhirnya kini negara tersebut menjadi negara kedua Arab yang mempunyai kapal induk helikopter setelah Aljazair. Kapal induk helikopter itu bisa juga disebut sebagai LHD.
Beberapa hari yang lalu, Australia juga membatalkan pembelian 12 kapal selam senilai 42 miliar dolar dari Perancis.
Namun karena Australia yang membatalkan atas tekanan Inggris dan AS, maka uang muka yang sudah disetor sekitar 1,2 miliar dolar AS tidak dapat ditarik.
Lalu, untuk apa kapal selam diesel besar itu sementara Perancis punya kapal selam nuklir lebih canggih?
Pilihannya tetap Mesir. Namun Mesir sepertinya tak akan mau beli semua kapal selam tersebut. Namun jika dibagi 3 untuk Mesir, 3 lagi untuk Arab Saudi dan sisanya dibagi duan UAE dan Qatar kemungkinan akan mudah Perancis untuk menutup kerugiannya.
Untuk diketahui baik Saudi, UEA dan Qatar belum memiliki armada kapal selam sungguhan. Mungkin kapal selam ukuran mini untuk operasional pasukan khusus mereka sudah punya.
0 comments:
Post a Comment