BeritaDEKHO - Perusahaan raksasa yang berkedudukan di Moskow, Rusia, tertarik membangun kilang minyak berkapasitas produksi mencapai 300.000 barel perhari di NTB.
Dengan terbitnya PP nomor 13 tahun 2017 tentang Revisi RTRWN yang antara lain memuat keberadaan mega proyek Global Hub Bandar Kayangan di Kabupaten Lombok Utara, membuat federasi perusahaan perminyakan Rusia menjajaki peluang berinvestasi di kawasan tersebut.
Untuk mewujudkan penanaman modal asing (PMA) tersebut di NTB, dalam waktu dekat akan dilakukan study kelayakan. “Saya menghadap kepada Wakil Gubernur untuk menyampaikan niat membangun kilang minyak di kawasan Global Hub,” ungkap Representative Russian Federation and CIS, Alexsei Deriabin.
Datang bersama Deputy Representative Russian Federation and CIS, Galina Romanova, Senin (31/7), Alexsei Deriabin mengatakan, jika rencana tersebut terealisasi, Lombok nantinya akan menjadi pusat distribusi ke wilayah timur Indonesia. Pembangunan itu akan berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan asing dari Amerika, China, dan Inggris.
Sedangkan dana yang dibutuhkan untuk mendirikan perusahaan tersebut mencapai dua ratus triliun rupiah.
Direncanakan keputusan membangun perusahaan setelah melewati studi kelayakan oleh tim dari Rusia. Apabila layak dan memenuhi syarat, maka akan segera dibangun PT Perusahaan Modal Asing (PMA) yang dipusatkan di Jakarta, sebagai cikal bakal perusahaan minyak di NTB.
Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin didampingi Inisiator Bandar Kayangan, Son Diamar, mendukung rencana tersebut, mengingat keberadaan kilang minyak itu nantinya akan mampu menyedot sekitar 50 ribu tenaga kerja.
Amin berharap rencana itu betul-betul direalisasikan untuk menggerakan ekonomi masyarakat NTB, atau Indonesia secara umum. “Gerakkan simpul-simpul ekonomi di sekitar Bandar Kayangan. Tinggal kita siapkan SDM saja sebagai pelaku,” terangnya.
Menindaklanjuti rencana tersebut, Selasa (1/8), akan dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprov NTB dengan perwakilan perusahaan Rusia tersebut, yang akan berlangsung di ruang kerja Gubernur NTB. (sumber/adm)
Nb. Yuk gabung IICH dan IMECH
Dengan terbitnya PP nomor 13 tahun 2017 tentang Revisi RTRWN yang antara lain memuat keberadaan mega proyek Global Hub Bandar Kayangan di Kabupaten Lombok Utara, membuat federasi perusahaan perminyakan Rusia menjajaki peluang berinvestasi di kawasan tersebut.
Untuk mewujudkan penanaman modal asing (PMA) tersebut di NTB, dalam waktu dekat akan dilakukan study kelayakan. “Saya menghadap kepada Wakil Gubernur untuk menyampaikan niat membangun kilang minyak di kawasan Global Hub,” ungkap Representative Russian Federation and CIS, Alexsei Deriabin.
Datang bersama Deputy Representative Russian Federation and CIS, Galina Romanova, Senin (31/7), Alexsei Deriabin mengatakan, jika rencana tersebut terealisasi, Lombok nantinya akan menjadi pusat distribusi ke wilayah timur Indonesia. Pembangunan itu akan berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan asing dari Amerika, China, dan Inggris.
Sedangkan dana yang dibutuhkan untuk mendirikan perusahaan tersebut mencapai dua ratus triliun rupiah.
Direncanakan keputusan membangun perusahaan setelah melewati studi kelayakan oleh tim dari Rusia. Apabila layak dan memenuhi syarat, maka akan segera dibangun PT Perusahaan Modal Asing (PMA) yang dipusatkan di Jakarta, sebagai cikal bakal perusahaan minyak di NTB.
Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin didampingi Inisiator Bandar Kayangan, Son Diamar, mendukung rencana tersebut, mengingat keberadaan kilang minyak itu nantinya akan mampu menyedot sekitar 50 ribu tenaga kerja.
Amin berharap rencana itu betul-betul direalisasikan untuk menggerakan ekonomi masyarakat NTB, atau Indonesia secara umum. “Gerakkan simpul-simpul ekonomi di sekitar Bandar Kayangan. Tinggal kita siapkan SDM saja sebagai pelaku,” terangnya.
Menindaklanjuti rencana tersebut, Selasa (1/8), akan dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprov NTB dengan perwakilan perusahaan Rusia tersebut, yang akan berlangsung di ruang kerja Gubernur NTB. (sumber/adm)
Nb. Yuk gabung IICH dan IMECH