Delegasi Selatan Yaman Menuju Dialog Riyadh


Perkembangan politik di Yaman kembali memasuki fase penting setelah beredarnya kabar keberangkatan daftar pertama delegasi selatan menuju Riyadh. Delegasi ini disebut akan mewakili apa yang dikenal sebagai “perkara selatan” dalam sebuah forum dialog komprehensif yang difasilitasi Arab Saudi.

Sumber-sumber politik menyebutkan, delegasi tersebut dipimpin oleh Aidrous al-Zubaidi selaku ketua Dewan Transisi Selatan (STC). Keberangkatan ini dinilai sebagai langkah strategis yang dapat menentukan arah masa depan politik wilayah selatan Yaman dalam kerangka krisis nasional yang berkepanjangan.

Daftar delegasi yang beredar mencerminkan luasnya spektrum politik dan sosial selatan. Figur-figur dari STC, berbagai faksi Hirak Selatan, hingga perwakilan organisasi pemuda, serikat pekerja, tokoh adat, dan organisasi profesi disebut akan terlibat dalam dialog tersebut.

Kehadiran tokoh seperti Fadl Mohammed al-Jaadi dari STC dan Ali Haitham al-Gharib dari Dewan Hirak Selatan menunjukkan upaya untuk menyatukan arus utama politik selatan. Sementara itu, masuknya perwakilan Hirak Revolusioner dengan berbagai variasi nama organisasi menegaskan pluralitas pandangan di tubuh gerakan selatan.

Delegasi juga mencakup perwakilan dari wilayah-wilayah strategis seperti Hadramaut, Al-Mahra, Socotra, Shabwa, Abyan, hingga Aden. Hal ini dipandang penting untuk menegaskan bahwa dialog tidak hanya didominasi pusat kekuasaan politik, tetapi juga melibatkan aspirasi daerah.

Sejumlah tokoh kabilah dan pemimpin sosial seperti perwakilan Hiba Hadramiyah dan Konferensi Anak Shabwa disebut menjadi jembatan antara struktur politik modern dan basis sosial tradisional. Kehadiran mereka diharapkan dapat meredam potensi penolakan di tingkat akar rumput.

Tak hanya itu, organisasi pemuda, perempuan, hakim, pengacara, hingga serikat buruh turut masuk dalam daftar delegasi. Komposisi ini dinilai mencerminkan upaya menghadirkan dialog yang inklusif dan tidak semata-mata bersifat elitis.

Sumber diplomatik menyebutkan Riyadh akan menjadi tuan rumah konferensi komprehensif yang mempertemukan seluruh faksi dan komponen selatan Yaman. Dialog ini diarahkan untuk membahas solusi adil dan berkelanjutan bagi apa yang disebut sebagai “krisis selatan”.

Inisiatif penyelenggaraan konferensi ini muncul atas permintaan resmi Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden (PLC) Yaman, Rashad al-Alimi. Ia meminta Arab Saudi memfasilitasi dialog guna meredakan ketegangan dan mencegah fragmentasi politik lebih jauh di wilayah selatan.

Al-Alimi secara terbuka menyatakan harapannya agar konferensi tersebut mencakup seluruh komponen, kekuatan, dan tokoh selatan tanpa pengecualian. Termasuk di dalamnya Dewan Transisi Selatan yang selama ini menjadi aktor dominan di Aden dan sekitarnya.

Langkah ini dipandang sebagai pengakuan de facto bahwa persoalan selatan tidak dapat diselesaikan secara sepihak. Keterlibatan semua pihak dianggap krusial untuk mencegah munculnya konflik internal baru di tengah situasi Yaman yang sudah rapuh.

Di sisi lain, sebagian pengamat menilai konferensi Riyadh juga mencerminkan upaya Arab Saudi untuk menata ulang lanskap politik Yaman bagian selatan. Dialog ini diprediksi akan berdampak langsung pada keseimbangan kekuasaan antara PLC, STC, dan faksi-faksi lainnya.

Keikutsertaan puluhan komponen yang menandatangani Piagam Nasional Selatan menandakan adanya landasan politik bersama, meskipun perbedaan visi dan strategi tetap ada. Piagam ini sering dipandang sebagai payung besar aspirasi kemerdekaan atau otonomi selatan.

Namun, tantangan utama dialog adalah menyatukan agenda politik yang beragam. Sebagian faksi menekankan kemerdekaan penuh, sementara yang lain membuka ruang bagi solusi federal atau pengaturan khusus dalam kerangka negara Yaman.

Konferensi di Riyadh juga diperkirakan akan membahas isu pembagian kekuasaan, keamanan, serta posisi selatan dalam negosiasi nasional dan regional. Isu ekonomi dan pengelolaan sumber daya daerah diperkirakan menjadi salah satu topik sensitif.

Bagi STC, forum ini menjadi ajang untuk memperkuat legitimasi politiknya di hadapan komunitas internasional dan regional. Sementara bagi faksi lain, dialog ini dipandang sebagai kesempatan untuk memastikan suara mereka tidak terpinggirkan.

Sejumlah kalangan di selatan menyambut dialog ini dengan harapan, namun juga disertai kewaspadaan. Pengalaman dialog-dialog sebelumnya yang berakhir tanpa implementasi nyata menjadi alasan utama skeptisisme publik.

Meski demikian, banyak pihak menilai momentum ini berbeda karena melibatkan spektrum yang lebih luas dibandingkan forum-forum sebelumnya. Peran langsung Arab Saudi juga dianggap dapat memberi jaminan politik tertentu terhadap hasil dialog.

Jika berhasil, konferensi Riyadh berpotensi menjadi titik balik dalam penyelesaian persoalan selatan Yaman. Ia dapat membuka jalan bagi kesepakatan politik yang lebih stabil di tengah konflik nasional yang belum usai.

Sebaliknya, kegagalan dialog berisiko memperdalam fragmentasi dan memperpanjang ketidakpastian. Karena itu, perhatian luas kini tertuju pada Riyadh, menanti apakah pertemuan ini akan menghasilkan terobosan nyata atau sekadar menjadi episode lain dalam panjangnya krisis Yaman.

Berikut daftar nama delegasi 

1. Fadl Muhammad Al-Jaadi – Dewan Transisi Selatan (STC)


2. Ali Haitsam Al-Gharib – Dewan Hirak Selatan


3. Fadi Hasan Ba’oom – Dewan Tertinggi Hirak Revolusioner


4. Aidrous Al-Yahri – Hirak Revolusioner Pembebasan Selatan


5. Abdul Rauf Al-Saqqaf – Dewan Hirak Revolusioner Selatan


6. Abdul Rahman Khodzal – Dewan Umum Al-Mahra dan Socotra


7. Rajab Nasr Yadin – Blok Aliansi Suku Hadramaut untuk Selatan dan Hadramaut


8. Muhammad Ali Shaif – Dewan Nasional Selatan


9. Syekh Hussein Al-Jabiri – Hibat Hadramiyah


10. Syekh Muhammad Ahmad Al-Fatimi – Konferensi Komprehensif Putra-putra Shabwa


11. Abdul Majid Haddin – Konferensi Kairo


12. Umar Aidrous Al-Saqqaf – Otoritas Rakyat Selatan


13. Mahdi Hussein Al-Fudhali – Aliansi Kekuatan Nasional Rakyat, Tokoh Adat dan Sultan


14. Jamal Abbadi – Perkumpulan Demokratik Selatan (TAJ)


15. Al-Khadr Muhammad Nasser – TAJ Selatan Arab


16. Rimas Taysir Mubarak – Persatuan Pemuda Selatan


17. Perwakilan Partai Front Pembebasan:



Ali Al-Mas’abi

Hussein Al-Amiri

Luay Al-Saqqaf


18. Iyad Alawi Farhan – Organisasi Putra-putra Syuhada dan Pejuang 14 Oktober


19. Ali Abduh Al-Yafi’i – Perwakilan Umum Selatan Arab
Mayjen Saleh Ali Zanghal – Dewan Militer Tertinggi


20. Ahmad Harmal – Badan Pimpinan Partai Sosialis Selatan


21. Saleh Haidarah Mohsen – Forum Abyan


22. Waddah Nasr Al-Halmi – Gerakan Pemuda dan Mahasiswa


23. Hakim Sabah Alwan – Klub Hakim Selatan


24. Abu Hammam Al-Yafi’i – Ketua Dewan Perlawanan Selatan


25. Al-Khadr Umar Al-Da’usi – Dewan Koordinasi Tertinggi Asosiasi Pensiunan, Militer, Sipil, dan Korban Pemecatan Paksa


26. Muhammad Mohsen Askar – Perkumpulan Hirak Rakyat Selatan


27. Ihab Abdul Qadir – Konferensi Aden Bersatu


28. Sami Aidrous Khairan – Federasi Umum Serikat Pekerja Selatan


29. Badr Ma’an – Panitia Persiapan Konferensi Rakyat Selatan


30. Muhammad Mohsen Muhammad – Gerakan Rekonsiliasi dan Toleransi Selatan


31. Pengacara Adnan Sheikh Al-Junaidi – Asosiasi Pengacara Selatan


32. Dr. Badr Fadl – Persatuan Sastrawan dan Penulis Selatan


33. Muhammad Khadr Mohsen – Badan Nasional Kemerdekaan


34. Dr. Manaf al-Hattari – Otoritas Syariah Selatan

35. Ali Mohsen Saif Al-Ahmadi – Partai Hijau Selatan

Profil

Aidrous Al-Zubaidi
Ketua Dewan Transisi Selatan (STC) dan figur paling dominan dalam politik Yaman selatan saat ini. Ia menguasai pengaruh militer dan administratif di Aden serta menjadi simbol utama tuntutan penentuan nasib sendiri bagi selatan.

Fadl Muhammad Al-Jaadi
Tokoh ideolog dan politisi senior STC. Al-Jaadi dikenal sebagai perancang narasi politik selatan dan sering menjadi penghubung STC dengan forum dialog regional dan internasional.

Ali Haitsam Al-Gharib
Wakil dari Dewan Hirak Selatan arus lama. Ia merepresentasikan faksi hirak tradisional yang lahir sejak 2007, sering bersikap kritis terhadap dominasi tunggal STC namun tetap berada dalam spektrum perjuangan selatan.

Fadi Hasan Ba’oom
Pemimpin Dewan Tertinggi Hirak Revolusioner. Putra dari tokoh bersejarah Hasan Ba’oom, ia membawa legitimasi simbolik kuat di Hadramaut dan dikenal keras menolak kompromi yang dianggap merugikan aspirasi selatan.

Abdul Rahman Khodzal
Perwakilan Dewan Umum Al-Mahra dan Socotra. Ia menjadi suara kawasan timur jauh selatan yang sensitif terhadap pengaruh asing dan sering mengambil posisi independen dari poros Aden.

Rajab Nasr Yadin
Tokoh Aliansi Suku Hadramaut. Mewakili kepentingan tribal Hadramaut yang menuntut otonomi luas dan menolak marginalisasi Hadramaut dalam proyek politik selatan.

Syekh Hussein Al-Jabiri
Figur penting dari gerakan Hibat Hadramiyah. Ia berpengaruh di tingkat akar rumput Hadramaut dan sering menekankan keamanan lokal serta penarikan pasukan non-Hadrami dari wilayahnya.

Mahdi Hussein Al-Fudhali
Tokoh tua selatan dengan jejaring lintas suku, sultan, dan elite tradisional. Perannya lebih sebagai penyeimbang dan mediator antar faksi yang saling bersaing.

Abu Hammam Al-Yafi’i
Ketua Dewan Perlawanan Selatan dan figur lapangan bersenjata. Ia mewakili sayap militer non-formal yang berperan besar saat konflik bersenjata dan memiliki pengaruh di wilayah Yafa’.

Abdul Majid Haddin
Perwakilan Konferensi Kairo, sering diasosiasikan dengan kelompok selatan diaspora dan eks elit politik pra-1994. Ia membawa perspektif politik lama dan jaringan luar negeri.

Post a Comment